1 Guru Besar UIN Jakarta Apresiasi Pidato Kenegaraan Prabowo soal Pendidikan,
Jangkauan Banten Guru Besar UIN Jakarta Syarif Hidayatullah Jakarta—Ahmad Tholabi Kharlie—menyampaikan apresiasi terhadap isi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR. Beliau menilai bahwa pidato tersebut merupakan sinyal positif bagi masa depan pendidikan nasional
2. Isu-A isu Strategis Pendidikan yang Diangkat
Tholabi mencermati beberapa poin strategi penting yang disampaikan Presiden dalam pidato tersebut:
-
Komitmen memenuhi amanat konstitusional alokasi 20% APBN untuk pendidikan.
-
Fokus peningkatan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN.
-
Pendekatan pada digitalisasi pendidikan dan integrasi kecerdasan buatan (AI).
-
Peningkatan infrastruktur pendidikan dan modernisasi fasilitas belajar
Menurut beliau, fokus pada penguatan SDM melalui pendidikan menjadi fondasi strategis menuju “Indonesia Emas 2045”
3. Penekanan pada “Presisi” dalam Eksekusi Kebijakan
Kendati menyambut baik visi dan komitmen Presiden, Tholabi menekankan bahwa semua perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan harus dilakukan dengan presisi.
Baca Juga: Skuad Barito Putra Tiba di Banda Aceh, Teco Boyong Alexandro dan Fabiano Beltrame
Perspektif Tambahan dari Komisi DPR dan Pemerintah
4. Guru Besar UIN Jakarta Komisi X DPR: Bukan Hanya Komitmen, tapi Peta Jalan Nyata
Ia menyebut pidato kenegaraan tersebut tidak sekadar retorika, melainkan merupakan peta jalan konkret untuk memajukan sektor pendidikan, dengan isi kebijakan yang jelas seperti alokasi anggaran dan revitalisasi sekolah dan madrasah, serta distribusi teknologi pendidikan modern ke daerah terpencil
5. Pemerintah: Refleksi Kerja yang Berdampak di Lapangan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, memandang pidato tersebut sebagai refleksi dari kerja nyata pemerintah. Ia menyoroti keberhasilan program-program seperti:
-
Makan Bergizi Gratis (MBG)
-
Cek Kesehatan Gratis bagi siswa
-
Revitalisasi sekolah
-
Mekanisme transfer tunjangan langsung ke rekening guru
yang banyak menyentuh secara langsung guru dan siswa di berbagai daerah. Ini menunjukkan dampak nyata bagi akar rumput pendidikan
Inti Pengingat Guru Besar UIN: Presisi adalah Kunci
-
Namun, ingatannya sangat penting: tanpa presisi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, kebijakan bisa kehilangan daya efektif.
-
Prinsip “presisi” ini mencakup ketepatan sasaran, eksekusi yang teliti, serta evaluasi yang objektif dan terukur.
Rangkuman dalam Tabel
| Aspek | Inti Poin |
|---|---|
| Apresiasi | Komitmen anggaran 20%, digitalisasi, kesejahteraan guru, infrastruktur. |
| Pengingat | Perlu presisi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. |
| Dukungan DPR | Pidato sebagai peta jalan konkret, bukan sekadar janji. |
| Implementasi | Program nyata seperti MBG dan revitalisasi pendidikan sudah berjalan. |





