Pencarian Korban Longsor Cisarua: Tim Gabungan Terus Kerja Keras Cari Tanda Kehidupan
Jangkauan Banten – BMKG Sudah 20 Kali Proses pencarian korban longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki hari ketiga pada Senin, 28 Januari 2026. Tim SAR, dibantu oleh relawan dan aparat setempat, terus bekerja keras menggali puing-puing tanah yang menimbun rumah warga setelah tanah longsor terjadi pada Sabtu malam, 26 Januari 2026. Hingga saat ini, petugas masih berharap untuk menemukan tanda-tanda kehidupan dari para korban yang diduga terkubur di bawah tumpukan material longsoran.
Kronologi Longsor
Peristiwa longsor yang terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Cisarua selama lebih dari enam jam. Tanah yang sudah jenuh oleh air hujan bergerak, meluncur ke arah pemukiman yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango. Sejumlah rumah di Kampung Cijambe dan Kampung Ciapus, yang terletak di kawasan perbukitan, tertimbun material longsoran berupa tanah, batu, dan pohon tumbang.
Menurut data sementara, sedikitnya 10 rumah dilaporkan hancur total dan terkubur dalam longsoran. Selain itu, sekitar 30 orang diperkirakan terjebak di dalam reruntuhan rumah dan material tanah, dan hingga kini baru sebagian yang berhasil ditemukan.
BMKG Sudah 20 Kali Upaya Pencarian dan Evakuasi
Tim pencarian yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, serta relawan setempat, langsung dikerahkan pada malam itu juga untuk mencari korban. Alat berat dan peralatan manual digunakan untuk menggali puing-puing tanah dan bebatuan yang menutup rumah-rumah warga. Namun, proses evakuasi terkendala oleh kondisi medan yang terjal dan berbahaya, serta potensi longsor susulan yang bisa terjadi kapan saja.
“Kami harus sangat berhati-hati karena kondisi tanah di sini sangat labil. Proses evakuasi sangat berat karena harus menggali secara manual dengan alat seadanya, dan di beberapa titik kita harus menghentikan pekerjaan untuk mencegah bahaya longsor susulan,” kata Hendra Susanto, Kepala Basarnas Bogor.
Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, petugas juga menggunakan drone untuk memantau area yang sulit dijangkau. Namun, hingga kemarin, belum ada tanda-tanda kehidupan yang ditemukan di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Prabowo Akan Lantik Anggota DEN dan BP3R di Istana Sore Ini
BMKG Sudah 20 Kali Korban Tewas dan Terluka
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga hari ketiga pencarian, tiga korban tewas telah ditemukan, sementara lebih dari 10 orang lainnya berhasil diselamatkan dengan kondisi luka-luka. Dua korban di antaranya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dan satu korban lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup namun mengalami cedera cukup parah.
Sejumlah korban yang selamat mengalami luka ringan hingga berat dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, beberapa warga lainnya yang berhasil melarikan diri saat kejadian kini masih dalam kondisi trauma dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
“Kami masih mencari beberapa warga yang kemungkinan terjebak di bawah tanah. Kami berharap masih ada yang bisa diselamatkan, meskipun waktu semakin terbatas,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Andri Purnomo, dalam konferensi pers.
Kondisi Cuaca dan Tantangan Lainnya
Proses pencarian korban di Cisarua tidak hanya terhambat oleh medan yang berat, tetapi juga oleh cuaca buruk yang terus mengguyur kawasan tersebut. Hujan deras yang masih terjadi memperburuk kondisi tanah, meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan petugas pencari dan warga yang berada di sekitar lokasi bencana.






